PESAN CINTA

Posted: Maret 8, 2013 in Uncategorized

Image

ImageImage

Pertama saya ketemu dengan kamu itu sekitar bulan Oktober tahun lalu. Dulu itu kamu dingin sekali mungkin karena kamu bekerja sebagai supervisor.  Kita berkenalan Rabu pagi di ruangan yang sempit dan penuh debu. Yah Ruangan itu sekarang banyak kenangan aku dan kamu. Saat itu di pagi hari dengan sibuknya kamu menulis paper untuk kebutuhan hospital barn. Yah, perkenalan yang singkat karena setelah itu kita kerja bersama dan tak banyak kata darimu. Setiap harinya pun saat aku kerja denganmu tak banyak kata yang kau keluarkan untuk mengajariku semua tentang hospital. Engkau yang diam seribu bahasa dan selalu cuek dengan setiap orang. Saya selalu mengingat kata-kata yang sellu kau ucapkan kepadaku setiap pagi sekitar jam 9.30 am : “ Hei Paulina, Can you go to down pen and give some feed and water?  Dan saya jawab Yes, saat itu saya adalah student dan tidak ada alas an untuk menjawab tidak. Setiap pagi kegiatan yang saya benci adalah memberi pakan dan air untuk down pen. Saya membencinya karena saya harus mengangkat pakan dalam jumlah banyak dan itu sangat berat bagi saya. Rasanya saya ingin menangis karena saat itu saya selalu berpikiran bahwa saya bekerja di Indonesia dengan gelar Sarjana Peternakan tidak pernahnya saya bekerja seperti ini. Tetapi di negeri orang saya diperlakukan seperti pembantu. Yah seperti itu lah rasanya status student tetapi dalam pekerjaan disamakan dengan worker bahkan lebih rendah dari worker karena menganggap student adalah helper jadi bisa diperintah kapan saja, apa saja, dan dimana saja. Kalau dihitung-hitung pekerjaan saat itu memang banyak kerjaan sebagai student dibandingkan worker farm ataupun supervisor.

Selama saya bekerja dengan dia. Tak banyak kata yang diucapkan, tak banyak sikap yang dia perlihatkan kepada saya, bahkan yang ada dia selalu menyuruh saya dengan hal-hal yang sepele bahkan hal yang harusnya dilakukan oleh seorang supervisor dilimpahkan ke saya. Waktu itu saya sebagai student yang menerima saja meskipun dalam hati ada rasa marah, kesal. Tetapi karena ini adalah dunia baru saya dan saya mau belajar dan saya mau merendah untuk mendapatkan sesuatu yang akan berguna bagi saya akhirnya semua saya jalankan. Untuk pertama kalinya saya menanggap positif rekan kerja saya yang lain karena dia selalu mengajarkan saya bagaimana kerja dan selalu menjawab pertanyaan yang selalu saya ajukan. Saya rasa rekan kerja saya ini sudah berpengalaman dengan dunia hospital dan sapi sehingga dengan mudah dan sabar menjelaskan kepada saya. Dan akhirnya pun selama lima minggu saya menjalani di hospital saya selalu banyak sharing dengan rekan kerja tidak hanya tentang dunia kerja, dairy farm, bahkan tentang Negara di dunia sampai agama banyak hal yang saya diskusikan. Tetapi sejauh ini rekan kerja saya ini yang berasal dari Honduras memang saya anggap sebagai teman baik.  Tak terasa hampir tujuh minggu melewati waktuku di hospital hingga suatu saat adanya dinner bersama di Restauran CHinesse memecahakan kesunyian aku dan kamu. Saat itu, aku melihat sisi lain dari kamu yang humoris, lembut, baik, gentleman, kebapakaan sekali. Saat itu, kita dinner beremapt kamu, rekan kerjaku, dan temanku dari Indonesia. Senang sekali rasanya bisa bercanda denganmu. Tetapi saat itu saya belum merasakan rasa yang begitu kuat, saya hanya melihat sesosok kamu yang berbeda diluar dunia kerja. Semenjak dinner bersama, akhirnya kesunyian itu melebur setiap kali pekerjaan pagi selesai kami selalu berbagi cerita bareng, atau diskusi kecil. Dan saya pun merasa biasa saja. Pernah saya berpikir bahwa mungkin kamu dulu yang terlalu diam karena kamu tidak senang melihat saya dekat dengan rekan kerja kita atau kah memang kamu orang yang cuek. Ini masih tanda Tanya besar bagi saya tapi saya anggap karena kamu masih cuek dengan sekeliling bukan karena kamu jealous. Ah, anggap saja tidak penting.. hehhe

Ketika waktu sudah berakhir dan saatnya saya harus pindah ke departemen selanjutnya. Saya pun tidak ada perasaan apa-apa denganmu saya hanya menganggpa kamu sebagai teman. Karena saya selalu diskusi tentang agama denganmu dan kamu selalu memotivasi saya. Setelah saya pindah dan bekerja di departemen calf yard selama 6 minggu terlewati dan saatnya saya pindah departemen menuju maternity barn. Selama saya bekerja di maternity barn saya selalu melihat kamu dan sering berjumpa denganmu setiap hari senin. Entah kenapa dan mengapa kamu berubah 180 derajat yang tadinya cuek dan tidak peduli sekarang menjadi peduli dan bahkan kamu sering ke maternity dengan seribu alas an untuk memerah sapi sakit, atau mencari barang. Semenjak perubahan itu, aku menjadi tersentuh dan timbullah perasaan yang kuat pada dirimu. Dan saya akan selalu mengingat pertemuan-pertemuan kita di maternity membuat kita semakin dekat. Entah  Kenapa perasaan itu semakin kuat dan jika saya bekerja malam dan yang selalu saya nantikan adalah hari senin pagi menanti kedatanganmu di maternity.

Puncak perasaan saya yang semakin kuat saat itu, saat malam natal saya harus bekerja dan dan tahun baru dengan merayakan sendiri. Di tambah lagi mobil saya yang bermasalah harus ganti salah satu spare part, dimana saya kangen dengan keluarga karena moment , dan tidak ada teman yang peduli dengan saya atau berbagi keceriaan di hari besar. Akhirnya saya memberanikan diri menelpon kamu dan menceritakan semuanya. Serasa dunia ini runtuh dan hancur tetapi kamu menyempatkan diri (meskipun kamu punya perayaan malam tahun baru di gerejamu) dan dating ke tempatku. Dengan perhatiannya kamu dating dan mengecek mobilku. Dan saat itu pulah di tengah malam yang dingin saya sudah terlalu berat menanggung masalah ini. Tetapi dengan perhatiannya dia, kelembutan dan kehangatan malam itu kamu menghiburku, menguatkanku, menasehatiku. Malam itu serasa milik kita berdua, pelukan mu menghangatkan hatiku dikala gundah gulana, menguatkan hatiku. Dan kamu mencium keningku dengan lembutnya membuat hatiku sedikit tenang. Akhirnya aku menyadari siiapa teman yang peduli denganku. Keesokan harinya di tahun baru, aku harus bekerja dimana mobilku lagi bermasalah kamu dengan setia mengantarkan aku kerja dan menjemput aku kerja. Setelah kejadian itupun kita semakin dekat. Aku merasakan sesuatu yang kuat kepadamu. Rasanya aku ingin bertemu dengan mu dan bercerita segala kehidupanku. Rasa yang kuat itu menguatkanku untuk selalu menelpon kamu dan kamu selalu menerima dan mendengarkan dengan baik. Setelah dari itu, kamu sealalu dating ke maternity untuk mencari alasan atau hanya untuk melihat diriku. Saya tahu kamu juga memiliki perasaan yang kuat kepadaku. One day saya menemukan kamu datang ke maternity hanya untuk melihatku dan saat ini saya sedang sibuk dan kamu mencari alasan dengan mencari coffee. Saya menghiraukan kamu karena saya sedang sibuk tetapi saya tetap memperhatikan kamu. Kamu itu seperti ingin mendapatkan perhatian saya dengan mengajak mengobrol saya. Hal itu yang bisa saya rasakan bahwa kamu datang kepada saya dengan perasaan yang kuat kepadaku. Waktu berlalu selama tujuh minggu dan kedekatan kami ibarat teman tapi mesra. Semenjak itupun kami sering dinner bersama dan jalan bareng. Kedekatan ini terasa hangat hingga waktu saya berakhir di maternity dan harus pindah ke departemen selanjutnya. Untuk departemen selanjutnya saya sudah mengetahuinya yaitu saya akan bekerja di herd health first shift. Tak di sangka-sangka disaat jadwal baru keluar  teman saya mengirimkan message bahwa saya bekerja lagi di Hospital. Hal yang tidak sangka karena saya sudah melewatinya. Satu hal yang saya tanamkan dan saya berdoa kepada Tuhan Yesus melalui doa santo Rafael tentang hubungan saya. Dan saya hanya menjawab mungkin Tuhan sedang menjawab doa saya dengan mengirimkan saya kembali ke Hospital. Diluar dugaan saya, tidak ada dalam pikiran saya kembali lagi meskipun saya memiliki perasaan kuat ingin bersama dengan kamu. Dengan hati lapang, saya menerima jadwal ini dan saya tidak sangka lagi ternyata kamu datang sore itu ke maternity hanya untuk menyerahkan jadwal baru saya dan saya tahu Tuhan sedang menjawab doa saya.

Bekerja di Hospital untuk kedua kalinya. Di season kedua ini semua terasa berbeda karena kamu berubah 360 derajat yang dulunya Cuma berubah 180 derajat. Dengan lembutnya kamu selalu membantu saya dalam bekerja dan selalu menanyakan kesusahan saya dalam bekerja, kamu selalu menyempatkan waktu untuk membantu saya. Meskipun saya memiliki perasaan kuat saya harus professional karena ini sedang bekerja. Kedekatan dan kemesraan ini mungkin diamati oelh rekan kerjaku hingga dia merasa menjauh disaat kita sedang bekerja bersama. Kemungkinan yang terjadi bahwa rekan kerjaku jealous karena disaat saya bekerja di hospital saya selalu dekat dengan dia. Saya melihat ada diantara rekan kerja dan kamu memiliki rasa cemburu yang tinggi saat saya sedang dekat dengan salah satu dari kalian. Dan di saat kerja saya berusaha jaga jarak. Tetapi lagi-lagi perasaan yang kuat dan perasaan kamu yang kuat itu meruntuhkan segalanya. Kedekatan kita tidak hanya di pekerjaan tetapi kita diluar. Kta selalu dinner bareng. Meskipun kita dinner bareng tetapi kamu selalu mengajak teman serumahmu. Jadi kami selalu dinner bertiga. Pernah saya berpikir, mengapa kamu selalu mengajak temen rumahmu tidak beranikah kamu dinner hanya berdua denganku. Apakah kamu tidak percaya diri atau merasa takut jika dinner dengan seorang wanita ataukah kamu seorang gay?? Pertanyaan itu yang masih terngiang di dalam kepalaku sampai sekarang. .  Saya tahu kamu memiliki perasaan kuat dan saya pun merasakan perasaan kuat ini. Tetapi apakah kamu merasa tidak berani untuk jujur dengan perasaanmu?? Keadaan berubah, aku pun dipindahkan di herd health sehingga waktuku berkurang untuk bertemu denganmu. Tetapi aku tahu, kamu sangant merindukan saya ada di dekatmu dan kamu selalu memandang saya meski hanya untuk melihat wajahku. Kami sama-sama tahu dan merasaan perasaan ini. Tetapi saya merasa kita itu memiliki rasa ego yang tinggi sehingga menganggap seolah-olah tidak merasakan perasaan kuat. Karena kami tahu kami memiliki perbedaan yang sangat besar mulai dari perbedaan budaya, perbedaan Negara, perbedaan keyakinan. Perbedaan ini kemungkinan yang menjadi alasan besar kamu tidak mau jujur dengan hatimu. Yah ini hanya perkiraan saya sajah. Tetapi yang saya tahu saya merasakan perasaan kuat ini dan saya juga tahu kamu merasakan perasaan kuat juga.

Tuhan inilah pesan perasaan saya yaitu pesan cinta. Oh Tuhan sampaikan pesan ini kepadanya bahwa saya memiliki perasaan kuat ini. Oh Tuhan bantu aku untuk menemukan cara mendapatkan kamu. Saya sayang kamu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s